20 June 2009

Pernikahan Dini vs Seks Bebas

Sempat membaca sebuah berita di situs lintas berita tentang keterkejutan seorang wartawan Amerika yang menyaksikan kebebasan remaja Indonesia bercumbu di depan umum, ia saksikan ketika mengunjungi Ancol, Jakarta.

Memang harus diakui kehidupan seks bebas remaja Indonesia sudah dalam tingkat yang mengkhawatirkan, di tempat ramai seperti itu saja mereka berani melakukan hal-hal yang tidak patut, apalagi di tempat yang sunyi!

Sementara itu pernikahan dini sebagai solusi dalam mengatasi hasrat seks remaja yang sulit terbendung, justru dibelenggu oleh undang-undang! Memang, pernikahan dini pun tidak boleh asal dilakukan, tapi mesti melihat kesiapan mental yang bersangkutan.

Jika dibandingkan antara seks bebas dengan pernikahan dini, nampaknya seks bebas jauh lebih unggul dan lebih mendapat ruang, ketika syekh puji mengawini seorang remaja putri, berbagai kalanganpun berteriak lantang, tak terkecuali komisi perlindungan Anak, tapi melihat begitu menggilanya seks bebas dikalangan remaja, reaksinya tak begitu menggebu.

Pernikahan dini, menurut pendapat banyak orang akan menghilangkan masa kanak-kanak atau masa remaja, dimana masa itu adalah masa bermain bagi mereka, tapi itu lebih baik, daripada seks bebas, dimana remaja bebas bermain permainan yang juga belum saatnya bagi mereka.

Sekali lagi! Pernikahan dini hanyalah alternatif, lebih mengutamakan belajar agar lebih siap dalam menjalani hidup tentu itu lebih baik. Namun pernikahan dini lebih baik dari pada remaja terjerumus kedalam kehidupan seks bebas yang jelas-jelas buruk secara etika, apalagi menurut pandangan Islam, itu merupakan dosa besar.

No comments:

Translate To :

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified