21 January 2010

Produk Lokal vs Produk Cina

Perdagangan bebas ASEAN-Cina (FTA-Cina) telah mulai diberlakukan sejak Januari 2010 ini, banyak pihak yang tidak setuju dengan keputusan pemerintah Indonesia yang ikut menerima kesepakatan FTA dengan Cina. Mereka mengatakan Indonesia belum siap menghadapi perdagangan bebas dengan Cina, produk-produk lokal diperkirakan akan kalah bersaing dengan produk-produk Cina yang dikenal dengan harga murah dan perkembangan model yang cepat, sektor manufaktur yang diprediksi bakal paling terpukul oleh kedatangan produk-produk dari Cina.
Faktanya di beberapa pasar di Jakarta sudah mulai diserbu produk-produk dari Cina, di pusat grosir tanah abang pakaian jadi asal Cina sangat diminati dan menguasai 80% lebih perdagangan pakaian jadi di tempat itu. Di Pasar Gembrong Jakarta Timur, produk mainan asal Cina juga menguasai pasar hingga mencapai 90%!

Dalam menghadapi hal ini tentu saja para pengusaha asal Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas produk lokal agar mampu menandingi produk-produk asal Cina, sementara pemerintahpun semestinya mempersiapkan langkah antisipatif dalam menghadapi FTA dengan Cina agar mampu melindungi industri kecil dan menengah yang paling merasakan dampak dengan adanya perdagangan bebas dengan Cina tersebut.

10 January 2010

Musik Indonesia vs Musik Barat

Keberadaan musik barat dalam menginvasi ranah musik Indonesia memang terasa sejak dulu, di tahun 1960 dan 1970-an musisi-musisi seperti Elvis P, The Beatles dan The Rolling Stones yang memang mendunia juga berkibar di Indonesia. Meskipun musisi-musisi Indonesia seperti Koes Ploes, Pambers, the Mercy's juga cukup terkenal pada waktu itu.
Memasuki tahun 1980-an resistensi musik Indonesia agak meningkat terhadap musik barat dengao boomingnya lagu-lagu berirama melankolis (Cengeng) dengan para penyanyi yang terkenal pada waktu itu seperti Betaria Sonatha, Nia Daniati, Ratih Purwasih, Obbie Messakh, Chrisye dan lain-lainnya. Musik Dangdut juga cukup punya andil mengurangi dominasi musik barat dengan sang Ikon Rhoma Irama, belum lagi kemunculan Iwan Fals yang sangat populer dengan tembang-tembang yang bertemakan kritik sosial yang dikemas dalam irama musik country, pop dan Rock.
Di jalur Rock, nama band God Bless yang dikomandani oleh Ahmad Albar juga cukup berperan dalam menahan ekspansi musisi-musisi barat seperti Scorpions, Van Hallen, Skid Row bahkan si raja pop Michael Jackson dan diva pop Madonna.

Namun memasuki awal tahun 1990-an pasar musik Indonesia kembali dibanjiri lagu-lagu dari musisi Barat, tak tanggung-tanggung dari berbagai aliran musik seperti Pop, reff, regge, rock dan metal!
Di jalur musik pop ada Bryan Adam, Michael Bolton, Maria Carey, Whitney Houston, Celline Dion, belum lagi dengan boy band seperti New Kid On The Block, Boyzone dan Boys II Men. Dari musik reggae muncul nama UB 40 dan Bob Marley, sementara di jalur musik Rock, band-band dengan vokalis wanita juga bermunculan seperti Roxxete, The Cranberries dan Sherryl Crow.

Yang paling fenomenal di awal tahun 1990-an adalah kemunculan musik Metal yang mempopulerkan nama Metallica, Guns n Roses, Sepultura, dan Napalm Death yang langsung banyak mempunyai fans di Indonesia. Sementara di Indonesia sendiri pada waktu itu bermunculan band-band seperti Slank, Rudal dan U'camp, namun hanya Slank yang mampu tetap eksis bersaing dengan musisi barat.

Di interval 1994-2000, musik metal mulai meredup, namun kedatangan musik alternatif tak kalah dahsyatnya, dirintis oleh kemunculan Green Day, Nirvana dan Stone Temple Pilot yang mewakili dari berbagai genre musik seperti Punk, grunge dan lain-lain yang termasuk dalam jenis musik alternatif seolah menjadi gerbang untuk kemunculan band-band alternatif lainnya seperti Oasis, Pearl Jam, Silver Chair, Ash, Offspring dan lain-lain untuk menerobos pasar musik dunia, termasuk Indonesia tentunya, meskipun di Indonesia sendiri band-band besar mulai tumbuh seperti Dewa 19, Gigi, PAS Band, Netral, Boomerang dan Jamrud. Demikian pula dengan penyanyi-penyanyi solo seperti Krisdayanti dan Titi DJ.

Di tahun 2000-2002, musik Indonesia kembali memberikan resistensinya, selain kemunculan band-band seperti Padi, Sheila On 7 dan Type X, fenomena dangdut koplo yang kontroversial dengan kemunculan Inul Daratista dan Anissa Bahar sedikit mengurangi tekanan musik Barat dengan Modern Rocknya yang juga tengah naik daun dengan kemunculan Linkin Park, Blink dan SUM 41, juga Britney Spears, Shakilla, Christina Aguillera dan Boy Band West Life yang tengah populer pada saat itu.

Pada tahun 2002-2010 ini musik Indonesia mulai menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, dimulai dengan kemunculan band fenomenal Peter Pan pada tahun 2002, maka bermunculanlah band-band baru seperti Radja, Ungu, Naff, Ada Band dan puncaknya pada tahun 2008 band-band bagai jamur bermunculan di antaranya yang terkenal adalah D'Masiv, ST 12, Kangen Band, Wali, Hijau Daun, Yovie & Nuno, Andra & Backbone dan band-band lainnya. Selain itu penyanyi-penyanyi solo juga bermunculan seperti Afghan, Vidi Aldiano, Ello, Mulan Jameela dan Gita Gutawwa. Sementara musisi-musisi Barat tak terlalu deras lagi membanjiri pasar musik Indonesia, namun nama-nama seperti Beyonce, Rihanna, Paris Hilton, Muse, Avenged Sevenfold, Green Day masih mampu menembus pasar musik Indonesia.

Terlepas berkualitas atau tidaknya lagu-lagu yang diciptakan para musisi Indonesia saat ini, harus diakui bahwa dinamika musik Indonesia tengah mengalami peningkatan, terbukti dengan mampu membendung derasnya musik barat yang masuk ke Indonesia, bahkan bukan hanya membendung musik barat tetapi juga melakukan ekspansi ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Pemerintah Malaysia pun kalang kabut dan membuat peraturan untuk membatasi lagu-lagu Indonesia yang masuk ke Malaysia.

23 December 2009

Viking vs Jak Mania

Aroma panas selalu mewarnai pertandingan antara dua tim besar Indonesia yakni Persib Bandung vs Persija Jakarta, selain perseteruan di lapangan hijau, perseteruan di luar lapangan antara suporter kedua tim juga tak kalah serunya. Yups! Viking sang pendukung fanatik tim Maung Bandung Persib dan Jakmania yang merupakan pendukung berat Macan Kemayoran Persija memang terlibat dalam perseteruan emosional, hingga kedua suporter ini selalu melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji dan anarkis jika Persib dan Persija bertemu, seperti pelemparan-pelemparan dan intimidasi kepada para pemain, baik kepada para pemain Persib ketika bermain di Jakarta atau pun kepada pemain Persija ketika bermain di Bandung.

Tindakan-tindakan tidak terpuji dari kedua suporter seperti itu tentu saja bukan bentuk kecintaan kepada kedua tim yang mereka dukung karena hal itu justru merugikan tim, selain kemungkinan terkena sanksi, kemungkinan pemain terluka dari kedua tim juga sangat terbuka.
Sayang memang jika hal ini terus terjadi padahal dukungan dalam bentuk yang positif dan sportif berupa nyanyian dan yel-yel pemberi motivasi pada para pemain sudah cukup baik.

Sungguh menyenangkan jika pertandingan Persib vs Persija yang selalu menarik dan dipenuhi puluhan ribu penonton itu tidak diwarnai oleh tindakan-tindakan yang tidak terpuji seperti pelemparan dan intimidasi kepada pemain. Kita perlu belajar dari suporter Liverpool dan Everton yang berseteru dengan hebat hingga sempat menimbulkan korban kini mereka sadar dan mendukung timnya dengan lebih sportif dan damai.

15 December 2009

Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo

Dalam dua tahun terakhir ini nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selalu menjadi sorotan di jagad sepakbola, terjadi persaingan seru dari keduanya untuk membuktikan siapakah yang terbaik. Para pengamat bola pun seakan sulit menentukan siapa yang terbaik dari keduanya, karena mereka mempunyai banyak kesamaan baik dalam hal naluri mencetak gol yang tinggi, mengolah bola, kecepatan atau pun dalam kehandalan mengeksekusi bola-bola mati. Makin serunya lagi karena musim ini Ronaldo pun bermain di liga Spanyol bersama klub elit Real Madrid yang nota bene adalah musuh besar Barcelona klub yang dibela oleh Messi!

Pada tahun 2008 lalu FIFA mentasbihkan Ronaldo menjadi pemain terbaik dunia tahun 2008 mengalahkan Lionel Messi, FIFA akan kembali mengumumkan siapa pemain terbaik dunia tahun 2009 dalam waktu yang tidak lama lagi, Ronaldo dan Messi kembali masuk nominasi, namun banyak pengamat yang mengatakan sepertinya kali ini Messi lah yang akan mengalahkan Ronaldo sebagai pemain terbaik dunia 2009.

Translate To :

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified