13 March 2012
Ruhut Sitompul Vs Hotman Paris Di Indonesia Lawyers Club
masuk dalam jajaran lawyer papan atas di acara Indonesia Lawyers Club tv one
pada tanggal 13-3-2012 yakni Hotman Paris vs Ruhut Sitompul, apa yang
mereka perdebatkan sudah tidak pada substansinya, melainkan sudah
saling serang ke pribadi masing-masing, bahkan sempat terlontar ajakan
adu fisik meskipun dengan ungkapan ajakan keluar !
Ini sungguh hal yang tak patut dipertontonkan oleh orang-orang yang
katanya intelek! atau mungkin premanisme juga telah menghinggapi
orang-orang intelek?
namun yang jelas terlihat dari pembicaraan di acara tersebut adalah
arogansi intelektual yang menjadi pemicu debat yang tidak berbobot
tersebut.
14 February 2012
Media Islam Vs Media Nasional
sangat besar, bahkan di level yang lebih tinggi yakni internasional
sekalipun! Contohnya adalah keruntuhan Uni Soviet beserta blok
Timurnya yang salah satunya disebabkan oleh propaganda media blok
Barat yang dimotori oleh CNN dalam memberitakan kediktaktoran para
pemimpin negara-negara blok Timur sehingga secara politik dan ekonomi
negara-negara non blok lebih senang berhubungan dengan negara-negara
blok Barat.
Di Indonesia pun perang media mulai ditabuh, namun yang disoroti kali
ini adalah perang media Islam vs media nasional terkait dengan isu-isu
mengenai Islam. Media-media nasional (media sekuler) yang tentu lebih
berorientasi pada kepentingan ekonomi, politik, dan ideologinya akan
berseberangan dengan media-media Islam yang memperjuangkan dakwah dan
Syari'at Islam.
Ada 3 area pertempuran yang akan saya soroti dalam catatan singkat
ini, yang pertama adalah area media elektronik, di area ini media
nasional harus diakui unggul mutlak, terutama di sektor pertelevisìan
yang merupakan media terdepan dalam mempengaruhi opini publik. Di
sektor radio masih ada siaran-siaran Islami namun itu pun masih kalah
jauh dari siaran-siaran radio yang bersifat umum atau bahkan sekuler.
Area kedua adalah media cetak, disini pun media nasional masih unggul,
meskipun beberapa media cetak Islam pun masih bisa memberikan
perlawanan meskipun jumlahnya masih sedikìt.
Area ketiga adalah area media online, inilah area yang paling seru
karena media-media Islam online banyak bermunculan sehingga masyarakat
dapat memilih berita lebih obyektif dan seimbang. Situs-situs media
Islam populer seperti eramuslim.com, voa-islam.com, nahimunkar.com,
hidayatullah.com, dakwatuna.com, dan yang lainnya mampu mengimbangi
media-media online nasional mainstream seperti detik.com, kompas.com,
vivanews.com, metrotvnews.com dan lain-lain.
29 September 2011
Derby Merseyside Liverpool Vs Everton
liga yang dimiliki Liverpool dan Everton. Friksi dan tensi tinggi
selalu terjadi setiap derby Merseyside yang sebenarnya dulu lebih
mengusung aura persahabatan kedua tim.
Anfield dan Goodison Park hanya dipisahkan oleh Stanley Park yang
terbentang di antara kedua kuil sepakbola tersebut. Pertandingan derby
biasanya selalu dibumbui aroma rivalitas, tapi pertandingan antara
kedua klub ini dianggap sebagai derby yang paling bersahabat di
Inggris. Tidak seperti derby lain, pada laga ini tidak ada regulasi
agar suporter kedua tim duduk terpisahkan karena alasan keamanan.
Bukanlah pemandangan yang aneh melihat para warna merah dan biru duduk
berdampingan karena umumnya dalam satu keluarga di Liverpool,
afiliasinya bisa berbeda-beda. Bahkan pada saat final Piala Liga tahun
1984, kedua suporter bercampur jadi satu di Wembley dan bersama-sama
berteriak, "Merseyside, Merseyside" sembari mengejek rival tetangga
mereka, "Are You Watching Manchester?
Atmosfer persahabatan mulai luntur pada medio 1980-an, terlebih usai
tragedi Heysel di mana kerusuhan yang dipicu suporter Liverpool
menewaskan 39 penonton yang kebanyakan suporter Juventus. Everton yang
menjuarai Liga Inggris saat itu tidak bisa berlaga di Piala Champions
karena UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain kepada klub-klub
Inggris pasca insiden Heysel. Suporter Everton sangat keki karena
mereka saat itu mempunyai skuad yang cukup untuk merajai Eropa. Saat
derby Merseyside musim lalu, para suporter Liverpool membawa poster
bertuliskan "Steaua Bucuresti", klub Romania yang menjuarai Piala
Champions tahun 1986, musim di mana seharusnya Everton bisa berlaga di
kompetisi tersebut.
Gabungan gelar juara yang dimiliki Liverpool dan Everton menjadi kota
tersebut sebagai yang tersukses di Inggris dalam hal sepakbola.
Liverpool memiliki 18 gelar juara liga plus 5 gelar juara Eropa,
sedang Everton mencatatkan 9 kali menjuarai Liga Inggris. Tapi sejak
kemunculan Premiership di awal tahun 90-an, Everton tidak lagi
dipandang sebagai kekuatan utama di Inggris seperti dekade sebelumnya.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan gengsi antar kedua tim. Ada
beberapa pemain yang berpindah klub dari keduanya, tapi salah satu
nama yang paling besar adalah Peter Beardsley. Ia pindah ke Everton
dari Liverpool pada tahun 1991dan menyulut kembali tensi antara kedua
tim. Nick Barmby juga menyebrang dari Goodison Park ke Anfield pada
tahun 2000 dan dipandang sebagai Judas oleh suporter The Toffees.
Beberapa pemain populer yang dimiliki kedua tim sebenarnya mendukung
rival mereka saat masih bocah. Leon Osman dan Leighton Baines adalah
penggemar Liverpool saat kanak-kanak, sedang pemain Liverpool yang
menggemari Everton lebih besar lagi: Ian Rush, Steve McManaman,
Michael Owen, Robbie Fowler, dan Jamie Carragher yang dulu menyulut
tanda tanya. Carragher selalu bermain dengan lengan panjang dan banyak
pihak yang menduga ia melakukan hal tersebut karena ia memiliki tato
lambang Everton di lengannya. Hal ini menjadi pergunjingan publik
selama bertahun-tahun sampai ketika Carragher suatu hari bermain
dengan kaus lengan pendek dan tidak ada apa-apa di sana.
Source: Liverpool Indonesia
