Perang dingin antara India vs Pakistan sudah berlangsung sejak kedua negara itu lepas dari koloni Inggris. Setelah saling memisahkan diri, kedua negara itu selalu bersaing dalam segala hal, dan paling mutakhir adalah perlombaan senjata Nuklir.
Bisa dibayangkan jika kedua negara yang mempunyai penduduk padat itu terlibat perang nuklir, hitungan pentagon yang dikutip New York Times, pernah mengatakan, sekali keduanya baku tembak rudal dalam skala penuh tak kurang dari 12 juta orang akan tewas dan 7 juta lainnya luka-luka!
Ini dia rudal-rudal andalan India: Prithvi I dengan jangkauan 200 km, Prithvi II jangkauanya 250 km, Agni II jangkauanya 2000 km dan Suriya jangkauannya 5000 km.
Dan ini adalah rudal-rudal andalan Pakistan: Haff III dengan jangkauan 300 km, Shaheen I jangkauanya 750 km, Ghauri II jangkauanya 2000 km, Shaheen II jangkauannya 2000 km dan Ghauri III jangkauannya 3000 km.
Wah serem juga ya jika kedua negara itu benar-benar terlibat perang, apa lagi kalo menggunakan hulu ledak nuklir, pyuh!
05 June 2009
03 June 2009
Honda vs Yamaha
Penguasa pangsa pasar sepeda motor yakni Honda mulai resah, pasalnya pasar yang tengah mereka kuasai mulai digerogoti para kompetitor, dan kompetitor paling serius adalah Yamaha.
Dua tahun terakhir ini yakni pada tahun 2007 dan 2008 penjualan Yamaha mengalami peningkatan berarti, sementara Honda justru mengalami sedikit penurunan.
Meski masih menguasai pangsa pasar, namun Honda mesti hati-hati melihat perkembangan Yamaha yang cenderung meningkat. Yamaha sempat menguasai pasar 30% lebih, sementara Honda yang biasanya selalu berada di atas angka 50% juga sempat mengalami penurunan sampai di interval angka 40%-50% di awal tahun 2008.
Prestasi Yamaha dalam menggoyang pasar yang dikuasai oleh Honda memang mengagumkan sekaligus tantangan serius bagi Honda. Kedepan persaingan keduanya akan semakin seru dalam memperebutkan pangsa pasar bisnis motor nasional.
Dua tahun terakhir ini yakni pada tahun 2007 dan 2008 penjualan Yamaha mengalami peningkatan berarti, sementara Honda justru mengalami sedikit penurunan.
Meski masih menguasai pangsa pasar, namun Honda mesti hati-hati melihat perkembangan Yamaha yang cenderung meningkat. Yamaha sempat menguasai pasar 30% lebih, sementara Honda yang biasanya selalu berada di atas angka 50% juga sempat mengalami penurunan sampai di interval angka 40%-50% di awal tahun 2008.
Prestasi Yamaha dalam menggoyang pasar yang dikuasai oleh Honda memang mengagumkan sekaligus tantangan serius bagi Honda. Kedepan persaingan keduanya akan semakin seru dalam memperebutkan pangsa pasar bisnis motor nasional.
02 June 2009
Kasus Ambalat; Indonesia vs Malaysia
Ambalat beberap tahun ini menjadi rebutan antara Indonesia dan Malaysia, dan belum lama ini kapal perang malaysia kembali memasuki perairan ambalat yang telah diklaim oleh Indonesia, hal itu tentu mengulangi kasus Ambalat di tahun 2005 dimana kapal perang Malaysia juga pernah memasuki wilayah itu. Tindakan Malaysia itu mendapat reaksi keras di dalam negri Indonesia, banyak pihak yang menyarankan agar pemerintah Indonesia bertindak tegas terhadap kapal perang Malaysia tersebut.
Potensi perang memang ada pada kedua belah pihak, jika Indonesia bertindak tegas dan Malaysia memberi respon yang sama.
Malaysia akhir-akhir ini memang kepedean, merasa lebih maju secara ekonomi dari Indonesia yang memang sedang morat-marit perekonomianya. Ditambah lagi merasa dibutuhkan dengan banyaknya TKI yang bekerja di negrinya, dan yang pasti Malaysia merasa pede dengan alutsista yang mereka miliki di banding yang dimiliki Indonesia, terutama jika terjadi perang udara, lihat saja mereka mempunyai pesawat tempur F/A-18D yang kelasnya berada diatas F-16 milik Indonesia, atau sepadan dengan SU-27 dan SU-30 milik Indonesia. Perlu dicatat Malaysia juga memiliki pesawat tempur jenis sukhoi ini, yaitu Su-30, bahkan jumlahnya lebih banyak yaitu 18 dibanding Indonesia yang hanya 4, belum lagi mereka masih mempunyai pesawat canggih buatan rusia lainnya yaitu Mig-29 Fulcum.
Beda ceritanya jika perang di laut, Indonesia masih sedikit unggul terutama dalam hal kuantitas, meskipun kebanyakan diperkuat oleh armada tua. Kapal-kapal perang Indonesia yang dipersiapkan adalah kapal perusak kawal rudal kelas fatahillah, kapal cepat roket kelas mandau, kapal cepat torpedo kelas ajak, kapal buru ranjau kelas pulau rengat.
Sementara Malaysia mempersiapkan kapal fregat generasi 90-an, fregat 80-an dan korvet kelas laksamana yang merupakan generasi tahun 1995, memang lebih modern dari kapal-kapal Indonesia.
Namun kadangkala keunggulan persenjataan tidak menjamin kemenangan, banyak sejarah yang membuktikan itu, namun secara matematis memang persenjataan yang lebih berkualitas dan lebih banyak itulah yang diunggulkan, namun untuk kasus Indonesia vs Malaysia masih fifty-fifty lah..
Memang salah satu kelemahan terbesar dari Indonesia adalah soal kocek yang seret, sehingga mengalami kesulitan dalam memelihara alutsistanya.
Sumber: www.alutsista.blogspot.com
Potensi perang memang ada pada kedua belah pihak, jika Indonesia bertindak tegas dan Malaysia memberi respon yang sama.
Malaysia akhir-akhir ini memang kepedean, merasa lebih maju secara ekonomi dari Indonesia yang memang sedang morat-marit perekonomianya. Ditambah lagi merasa dibutuhkan dengan banyaknya TKI yang bekerja di negrinya, dan yang pasti Malaysia merasa pede dengan alutsista yang mereka miliki di banding yang dimiliki Indonesia, terutama jika terjadi perang udara, lihat saja mereka mempunyai pesawat tempur F/A-18D yang kelasnya berada diatas F-16 milik Indonesia, atau sepadan dengan SU-27 dan SU-30 milik Indonesia. Perlu dicatat Malaysia juga memiliki pesawat tempur jenis sukhoi ini, yaitu Su-30, bahkan jumlahnya lebih banyak yaitu 18 dibanding Indonesia yang hanya 4, belum lagi mereka masih mempunyai pesawat canggih buatan rusia lainnya yaitu Mig-29 Fulcum.
Beda ceritanya jika perang di laut, Indonesia masih sedikit unggul terutama dalam hal kuantitas, meskipun kebanyakan diperkuat oleh armada tua. Kapal-kapal perang Indonesia yang dipersiapkan adalah kapal perusak kawal rudal kelas fatahillah, kapal cepat roket kelas mandau, kapal cepat torpedo kelas ajak, kapal buru ranjau kelas pulau rengat.
Sementara Malaysia mempersiapkan kapal fregat generasi 90-an, fregat 80-an dan korvet kelas laksamana yang merupakan generasi tahun 1995, memang lebih modern dari kapal-kapal Indonesia.
Namun kadangkala keunggulan persenjataan tidak menjamin kemenangan, banyak sejarah yang membuktikan itu, namun secara matematis memang persenjataan yang lebih berkualitas dan lebih banyak itulah yang diunggulkan, namun untuk kasus Indonesia vs Malaysia masih fifty-fifty lah..
Memang salah satu kelemahan terbesar dari Indonesia adalah soal kocek yang seret, sehingga mengalami kesulitan dalam memelihara alutsistanya.
Sumber: www.alutsista.blogspot.com
01 June 2009
Dewi Persik vs Julia perez
Siapakah artis paling sensasional di Indonesia? Sepertinya nama Dewi Persik dan Julia Perez yang paling mengemuka, pemberitaan mengenai mereka berdua di awal 2009 ini begitu gencar. Namun Dewi Persik sepertinya lebih unggul dari segi banyaknya kasus yang ia alami dan mencuat mengisi headline diberbagai media infotainment, dari mulai goyanganya kala bernyanyi, perceraiannya dengan Saeful Jamil, pernikahan sirinya dengan warga Malaysia, toket accident, perkawinan sirinya dengan Aldi Taher dan paling mutakhir adalah perseteruannya dengan mantan rekan kerjanya yang masih berlangsung di pengadilan. Sementara Julia Perez akhir-akhir ini mencuat lewat kasus perselisihan dengan suaminya Daimon Perez dan yang paling gres adalah kedekatan dirinya dengan pemain sepakbola asal Argentina yang bermain di liga Indonesia Gaston Castano. Sementara dalam hal berpakaian mereka berdua sama gilanya dengan mengumbar lekuk tubuh yang tentu saja menambah nilai jual bagi media-media infotainment yang memang haus akan berita sensasional.
Subscribe to:
Posts (Atom)